Re-post: Do’a Maturana

Jangan paksakan kepadaku apa yang kauketahui.
Aku ingin menyelami apa yang tidak diketahui dan menjadi sumber dari penemuanku sendiri.
Biarkan yang diketahui menjadi pembebasanku, bukan penghambaanku.

Dunia kebenaranmu dapat menjadi pembatasan bagiku; kearifanmu menjadi sangkalanku.
Jangan menyuruh-nyuruh aku; mari kita berjalan bersama.
Biarkan kekayaanku dimulai di tempat kekayaanmu berakhir.

Tunjukkan kepadaku agar aku dapat berdiri di atas bahumu.
Ungkapkan dirimu agar aku dapat menjadi
sesuatu yang berbeda.

Kau percaya bahwa setiap manusia dapat mencintai dan mencipta.
Maka aku pun memahami rasa takutmu
ketika aku memintamu hidup sesuai dengan kearifanmu.

Kau tidak akan tahu siapa aku dengan hanya mendengarkan dirimu sendiri.
Tidak perlu repot menjadikanku begini atau begitu.
Kegagalanmu adalah jika aku menjadi identik denganmu.

[Monday, October 17, 2005]

Share :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


9 × = twenty seven