Monthly Archives: December 2013

h-3

Sebentar lagi tahun berganti.

Ada beberapa mimpi lama yang sudah menjadi kenyataan di tahun ini. Tapi ada beberapa mimpi lainnya juga yang masih saja menjadi mimpi, belum terealisir. Apakah ada mimpi baru untuk tahun depan? Tentunya ada.

Kita harus punya mimpi untuk menjalani hidup.
Karena hidup buat saya adalah juga tentang mengejar mimpi.

Tiap orang pasti punya mimpi.
Mimpi ingin jadi orang sukses. Jadi orang terkenal. Mimpi punya pulau. Punya mobil paling canggih di dunia. Mimpi punya pasangan yang keren. Mimpi jalan-jalan keliling dunia. Sepertinya setiap impian yang kita punya selalu merupakan mimpi yang besar. Tidak ada yang salah dengan mimpi yang bombastis.
Dan tidak masalah juga jika kita punya impian yang sederhana.

Sederhana? Iya, mimpi yang sederhana.
Sesederhana bermimpi tidak lagi boros kalau berbelanja.
Sesederhana mimpi untuk bisa masak masakan daerah dari tempat kita berasal.
Sesederhana impian ingin jadi orang baik, orang yang berguna bagi orang lain.

Setiap mimpi, besar atau kecil atau yang sedang-sedang saja [menurut kita sendiri], merupakan motivasi.
Tetaplah bermimpi. Coret mimpi kamu yang sudah jadi kenyataan. Buat mimpi yang baru.

Tahun baru tinggal tiga hari lagi. Selamat mengejar impian.

 

Meet Bree Charlotte ;)

She’s a Maine Coon kitten. Cute, sweet. The name is Bree Charlotte.

being a mother is an attitude, not a biological relation

Beberapa minggu lalu saya sempat membaca sebuah headline di koran yang dijajakan oleh tukang koran jalanan di perempatan lampu merah, seorang ibu menganiaya anak balitanya sampai patah tulang lengan dan kaki.
Saat membaca headline itu saya mendadak mual.
Diam sejenak dan menarik nafas dalam-dalam berharap agar emosi saya cepat stabil. Tapi sayang, satu kalimat di koran itu sudah terlanjur membuat airmata saya meleleh.

Saya tidak pernah habis pikir kalau ada orang tua, apalagi ibu, bisa menyiksa anak-anaknya. Anak yang lahir dari rahimnya, terbentuk dari darah dan dagingnya. Bagaimana mungkin bisa?
Yang membuat saya menangis adalah jika membayangkan bagaimana impact atau trauma apa yang akan terjadi pada si anak setelah mengalami penyiksaan dari orangtuanya, apalagi dari seorang ibu.

Apakah dia akan membenci ibunya hingga sanggup untuk membalas dendam suatu ketika nanti?
Apakah dia akan takut dan menjadi sangat menuruti apa pun yang dikatakan dan diperintah ibunya, sehingga tidak penting lagi untuk membuka mata dan hati terhadap sekelilingnya?
Apakah dia akan menjadi bungkam dan numb terhadap kehidupan yang masih panjang yang harus dia jalani?
Apakah dia akan menjadi seorang psikopat, yang tampak baik di luar sementara jiwa nya siap membantai apa pun secara kejam?
Apakah dia hanya akan totally menjadi gila, tidak waras, dan harus menghabiskan sisa hidupnya di satu sudut rumah sakit jiwa?

Penyiksaan adalah tindakan kriminal.
Terhadap siapa pun atau dalam bentuk apa pun itu. Ke anak, ke orang tua, ke orang lain, ke hewan, ke tumbuhan, ke lingkungan, ke diri sendiri.
Pasti memiliki dampak serius.

Penyiksaan tidak melulu bentuknya selalu fisik. Justru banyak sekali trauma-trauma kecil yang terakumulasi karena bentuk penyiksaan secara verbal.
Kadang kita sebagai orangtua, terutama ibu, sering menggunakan ancaman agar anak bisa secara instant menuruti apa yang kita inginkan. Seperti misalnya: kalau raport kamu sampai ada angka merah, kamu tidak boleh keluar rumah buat main sama teman-teman selama sebulan, no TV, no playstation, no gadget. Atau: ayo dihabisin makannya, kalau gak habis nanti kamu dibawa sama nenek sihir. Atau: kamu bukan anak mama kalau kamu gak nurutin apa kata mama.
Ancaman-ancaman kecil yang sering kali tanpa kita sadari kita lakukan dan memiliki potensi untuk membuat anak menjadi tidak feeling secure bersama orangtuanya, terutama ibu.

Pernahkah ada benda kesayangan kita yang dirusak secara tidak sengaja oleh anak dan kemudian kita memarahinya habis-habisan atau bahkan sampai main fisik (mencubit, memukul atau tindakan kasar lainnya)?

Seorang teman perempuan saya tahun lalu sering sekali intens cerita tentang anaknya. Bagaimana si anak membenci ayahnya atau suaminya itu dan hal tersebut membuat dia merasa tidak nyaman berada dalam rumahnya sendiri. Ternyata kebencian anaknya bermula dari saat dia tidak sengaja mematahkan spion mobil BMW kesayangan ayahnya karena terlalu kencang bermain roller blade di parkiran depan rumah. Spion patah dan sedikit baret pada body mobil.
Suaminya sangat marah dan mengurung anaknya di kamar mandi sampai anaknya nangis jejeritan pun tidak digubris.
Sejak itu, si anak merasa bahwa ayahnya lebih cinta kepada BMWnya daripada dirinya.
Teman saya, ibu dari si anak itu, sampai datang ke psikolog untuk meminta solusi atas trauma yang dialami anaknya.

Anak itu titipan. They are gift.
Ada peranan kita dalam kehadiran mereka di dunia ini.
We have to treat them well, bukan hanya dengan support materi dan fasilitas terbaik, justru yang terpenting adalah support cinta dan kasih sayang.
Itu yang selalu saya ingatkan pada diri saya sendiri ketika saya harus menghadapi situasi-situasi daily seputar parenting yang menguji kesabaran dan kebijaksanaan saya sebagai ibu bagi Ulan dan Al.
Jangan jadikan anak-anak sebagai pelampiasan ego dan keinginan masa kecil kita yang tidak terwujud.
Jangan siksa mereka dengan perkataan atau fisik yang bisa menyakitkan dan menorehkan luka trauma di jiwa mereka.
Karena jika kita lakukan itu, artinya kita sedang mendidik dan mengarahkan anak-anak kita menjadi seorang monster.

Selamat Hari Ibu.

*to my dear Al, happy birthday sayang.. you are God’s greatest gift for me on this mother’s day.

hmm..

there are some more illustrations that ulan tsabita made for sapotofu vocaworks, those two above are just a sample.
i love the first video because ulan said that she was inspired to draw the main object by me with our new cat, bree charlotte, ha3 how cute!

#lanabit

our dance

[so nice -- bebel gilberto]


same song, different version, same feelings #lv

saturday

i want to watch your life
not only in saturday

i want to put us
in a trance
screaming loud

i want to kiss
as deep as our soul can still whisper

i want to enter
stay
forever connected

salted wet
i want

#lv

Yasmin’s Pesan

Thanks to Iyo, gara-gara gw lihat dia beli buku ini waktu di pembukaan Kineforum di Monas gw langsung lari ke booth penjualan dan grab that book. Tinggal satu. Lucky me. Buku yang udah lama banget gw cari tapi gak tau belinya di mana hahahaa..

“YASMIN HOW YOU KNOW”
Tentang seorang Yasmin Ahmad.
Gw gak akan nulis di sini dia itu siapa, silahkan google saja.
Buku ini isinya koleksi dari pesan-pesan dia, yang dicollect dari banyak sources. Dari blognya dan dari ingatan orang-orang yang ada di sekelilingnya.
Yasmin has passed away, yes, tapi bukan berarti dia pergi tanpa meninggalkan pesan. She left plenty.
Beberapa tentang kehidupan dunia periklanan, tentang good work-nya, tentang team-nya, tentang klien, tentang cara dia bekerja, tentang time sheets.
Beberapa tentang kehidupan keluarganya, tentang orangtua, tentang saudara perempuannya, tentang keponakannya, tentang family value.
Beberapa tentang pemikiran liarnya, tentang hujan, tentang puisi, tentang film, tentang intuisi, tentang suicide, tentang kebahagiaan, tentang cinta.
Beberapa tentang Tuhan.

Ada yang pingin gw share di sini.

Yasmin on her secret of success:
Work hard, pray hard and be kind to your parents and do a lot of sedekah but don’t tell anyone.

Yasmin on climbing up in life:
Don’t always want to go up. Go down, like water, because eventually it’ll go up again. Just like rain, it falls from the sky, flows as a river, then merges with the sea, then goes up again as a cloud.

Yasmin on what to do before going to bed:
Seek forgiveness from God and forgive everyone who has hurt you.

Yasmin gave advice when backstabbed:
Why waste your energy on vengeance when you get so much more back with love?

Yasmin on perfection:
It is perfect to be imperfect, because perfection is made up of many imperfections put together that makes it perfect.

Yasmin on reincarnation:
Reincarnation is not that difficult to understand. After all, I was a sperm in my past life. Now I am a human.

Yasmin on writing TV commercial scripts:
Trust your feelings. Be a sharp observer of your feelings and your surroundings. Then you’ll be ok.

Yasmin on scriptwriting:
The best way to write a script is from your own life experiences.

Yasmin on relating to people:
Do not look down on those below you. And don’t fear those above you.

Yasmin on talent:
You are a star. And I’m a superstar for recognizing your star quality.

Yasmin on integrity:
I fired the client because they made a racist remark.

Yasmin on break-ups:
If he loves you, apa pun he will hang around. That monyet celaka doesn’t deserve someone so beautiful.

Yasmin on love:
Love is like oxygen, without it you can’t breathe.

Itu beberapa pesan pendeknya, masih banyak cerita panjang tentang dia yang sangat inspiratif, cerita-cerita kekonyolan dan kegilaan dia, keberanian dan kejujuran dia yang ditangkap dan diceritakan kembali oleh para sahabat dan orang-orang tercintanya. Ada speech yang dia berikan saat ada pertemuan dengan Sri Lankan business community yang keren parah, dia buka dengan sebuah pertanyaan: ‘who the hell do we think we are’. Dan the most beautiful things di buku ini adalah beberapa puisinya yang aaaaarrgh gw suka banget.

So, kalau saja Yasmin masih hidup, terus gw ketemu dia dan misalnya dia tanya: ‘how you know, Oca?’ Pastinya gw akan jawab: ‘i love you, Yasmin’.

 

When You Are Gone

by Yasmin binti Ahmad
[the absofuckinlutelycrazycreative person who has inspired my career life the most]

But if only God
would grant me
a piece
of His courage,
I might face
your absence
without dying.
But if only you would
take me
with you
wherever you go,
I would find
home
in a million different
places.
And I would sweeten you
in a million different
ways.
Before you are sleepy,
I will have already placed
a thigh
under your falling
head.
Before you are hungry,
I am already peeling
onions.
When you are
angry with me,
I shall
kiss you.
When you are not,
I shall kiss you
twice.
If you should die
before me,
I shall lie down
beside you.
Whisper a joke
into your half-listening ear.
Promise
the ultimate promise
of eternal companionship.
When you are gone,
I do not die,
but I am forever
dying.

love me if you dare

cap ou pas cap?

ocaamarlis

he burned his white shirt
in the shape of a v

what was the v not violet
not velvet
not victory that was too easy
not vagina that was too heavy
but the triangle appears

in the night sky
the triangle in his black heart
it was glowing like a jewel

blinking

he could see the light
coming
between them
he and she and he

they were happy
they were suffer

that evening
secretly

like a voodoo

Comment Ratings plugin provided by mondo-casinos.fr