Monthly Archives: August 2012

jalan menuju pulang

selama siang melangkahi tebing
kadang curam, kadang datar penuh batu
matahari di pangkal rambut
kulit meleleh bercampur debu

sepanjang malam berlari mengejar cahaya
bersama bintang-bintang yang cemas
apakah esok masih bisa dijelang
hingga bisa mengenang hari ini

malaikat itu menatapku dari jauh
dari balik pohon angsana di sudut pertigaan jalan
tidak memanggil, hanya menatap diam
sepertinya dia tahu
kalau aku telah dikelabui mimpi

jariku meraih tangannya yang cemerlang
seperti kerlip kunang-kunang di malam pekat
rambutku seketika berubah menjadi emas
dengan pita-pita putih mungil menyeruak manis
‘bahkan Tuhan pun bisa tersenyum melihatmu..’
suaranya lembut, bibirnya tak bergerak

dalam gelap terus kuseret kaki
melewati kumpulan nisan di sisi kiri
dengan telapak yang merah menyala
rambut emas itu mengibaskan wangi kamboja
menempel di sepanjang bibir jalan
menyerukan rindu

angin menjemputku di sudut jalan lainnya
menarik nafasku menyebrangi sungai sebening berlian
menghempaskan pita-pita putih mungil
yang akhirnya berjatuhan di halaman sebuah rumah
kulihat burung-burung gereja bersujud

embun pagi membasuh semua luka
darahku seketika mendingin
hati terisak di depan pintu kayu besar
jemariku terlalu lelah untuk mengetuk
hanya sanggup berkata lirih
‘aku pulang…’
dan kulihat wajah penuh senyum

 

*maaf lahir batin, everyone  =)

HUTRI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Comment Ratings plugin provided by mondo-casinos.fr