Monthly Archives: July 2012

TDKR

Ini bukan review film. Bukan opini kritis tentang film The Dark Knight Rises atau tentang bagus jeleknya film ini dibanding dua film Batman terdahulu.

Ini tentang symbol.
Kalau posting sebelumnya gw memaknai angka 8, kali ini tentang symbol dari rangkaian kata dan visual dalam sebuah film box office yang terakhir gw tonton itu.

Satu kalimat yang pernah dilontarkan Bruce pada Alfred dalam sebuah perjalanan menuju Gotham di film Batman sebelumnya: “People need dramatic examples to shake them out of apathy, and I can’t do that as Bruce Wayne. As a man, I’m flesh and blood; I can be ignored, I can be destroyed. But as a symbol…as a symbol I can be incorruptible. I can be everlasting.”
That statement about symbol is just flat out brilliant to me, it’s really describe who Batman is.

Menjadi seseorang yang dijadikan sebuah icon pastinya tidak mudah. Menjadi symbol seorang penjahat kelas gajah sekali pun tidak menjadikannya lebih mudah, karena harus terus konsisten berkomitmen dalam niat, pikiran, ide, konsep dan perbuatan untuk terus bisa berbuat kejahatan. Apalagi symbol manusia super baik, lebih sulit lagi, harus senantiasa berperang terhadap ego dan pikiran negatifnya sendiri terlebih dulu sebelum berbuat apa yang menurutnya baik untuk jutaan manusia lain. Gw gak akan membahas soal pahlawan dan penjahat, baik dan buruk, putih dan hitam. Sekali lagi, ini masih soal symbol.

Dalam The Dark Knight Rises kita bisa melihat bagaimana sebenarnya manusia itu butuh untuk tetap optimis. Optimis dengan hidupnya. Optimis di kehidupannya. Untuk selalu optimis terkadang kita membutuhkan suatu bentuk, figur, yang bisa meresonansikan keoptimisan tersebut.
Bahkan seorang super hero membutuhkannya. Pun seorang penjahat dingin berotak cemerlang dan romantis seperti Bane membutuhkannya. Bane memotivasi hidupnya berlandaskan dendam dan cinta. Masker di mukanya merupakan tambahan atribut yang memperkuat symbol misterius dan kekejaman emosi yang tidak tertebak, berbeda dengan teror sadis Joker yang terekspresikan secara blak-blakan.

Kita juga bisa melihat bagaimana kondisi Gotham diporak-porandakan oleh Bane, pemberontakan serupa revolusi Perancis yang diciptakan Bane, issue tentang sistem pemerintahan, kesenjangan kaya miskin, korupsi dan birokrasi berlayer yang dikritisi, sampai soal peradilan yang tidak memberikan pilihan untuk hidup. Kondisi itu simbolisasi kekhawatiran akan situasi Amerika dan Eropa yang belakangan mengalami ketidakstabilan pertumbuhan ekonomi dan politik. Terlalu banyak symbol dalam film ini yang bisa dimaknai dengan banyak hal dan bisa dilihat dari beberapa point of view. Kaya akan makna. Sarat akan hati, jiwa, emosi, pikiran dan tentunya harapan.

Yang paling bisa gw jadikan reference untuk menjalani hidup gw dari beberapa pemaknaan dalam film ini adalah:
#Rise. Rise. Rise. Symbol dalam bentuk kata motivasi yang ditangkap Bruce Wayne untuk bangkit kembali menjadi Batman setelah mental dan harapannya terjerembab berkali-kali.

#It doesn’t matter who we are, what matters is our plan. Bane mengatakan ini di awal film. Dan kalimat semacam itu pernah dinasihati ke gw oleh seseorang yang sangat gw respect, karena memang pada akhirnya tidak lagi menjadi penting siapa yang berbuat tapi lebih penting apa yang diperbuat dan apa impactnya buat orang banyak.

#I’m adaptable, kata Selina Kyle. Satu positioning diri yang selalu gw pegang sejak dulu. Mencoba menjadi bunglon dalam banyak situasi. Ketika harus bermain, bermainlah dengan cantik. Ketika dituntut serius, seriuslah sampai otakmu mengering. Ketika memang dibutuhkan untuk menjadi warna hitam, corenglah mukamu dengan arang asal hatimu tidak. Hahahaa.. kedengarannya kok seperti tidak punya prinsip ya? Ini beda. Gak bisa digaris-silangkan dengan prinsip. Fleksibelitas atau kelenturan dalam beradaptasi terhadap sesuatu sangat dibutuhkan kalau kita mau tetap survive.

#A hero can be anyone. Even a man doing something as simple and reassuring as putting a coat around a little boy’s shoulders to let him know that the world hadn’t ended. Semua juga tahu ini artinya apa. Tapi apakah semua bisa melakukan ‘those little good job’ dengan konsisten sepanjang hidupnya? Silahkan bertanya pada diri masing-masing.

Batman, symbol super hero yang juga sebenarnya manusia biasa yang bisa merasakan dan mengalami hal-hal yang biasa ditemui dalam hidup. Seperti kita.

*repeat*

 

 

 

 

 

Angka 8 secara otomatis keluar di kepala gw begitu mendengar/membaca seseorang yang gw sayang menyebut/menulis kata: selalu. Always.
8 adalah angka keberuntungan untuk beberapa orang, karena dianggap sebagai simbol keabadian, simbol kemakmuran, simbol kesuksesan. Buat gw angka 8 memiliki arti yang mendalam lebih kepada proses. Proses yang tidak akan pernah berhenti, tidak kenal jeda, selalu bergerak dan berulang terus. 8 bersifat aktif, seperti angka 0, tidak ada kata lelah yang membuatnya ingin beristirahat di tengah jalan sebelum bertemu lagi dengan awal guratan. Ya, mirip dengan angka 0. Namun 8 lebih dinamis daripada 0. 0 tidak mengenal pengulangan/repetition seperti 8.

8 tersusun dari dua buah angka 0 yang terhubung, yang hanya akan menjadi 8 jika kedua 0 tersebut saling menyatu, jika tidak maka yang ada hanya dua buah angka 0. Dalam penulisan/pengetikan angka 8 (lupakan angka romawi atau sejenisnya) gw tidak melihat ada celah yang dapat memutuskan lekukan garis yang terbentuk. Angka yang selalu menjaga apa pun yang tersimpan dalam proses pergerakannya, tidak ada kebocoran di sana sini. Selalu terhubung, tidak akan pernah terputus. Selalu. Always.

8 represents infinity. Limitless time, space and distance. Waktu tidak akan pernah menjadi kendala, apalagi ruang dan jarak. Karena 8 akan selalu mengulang dan merasakan hal yang sama. Terus, terus dan terus. Selalu. Always.

 

Comment Ratings plugin provided by mondo-casinos.fr