Category Archives: inspiration

Oca amarlis

‘If we are serious about combating selfishness and promoting compassion in the world, then is it not vital that we develop the tools of intellectual self-defense to deal with these assaults on our minds and hearts? The solution must lie in reversing the priorities, in subordinating dead things—money, capital, profits— to life: people, animals, the planet.’
[David Edwards – Life or Death]

Change, takes time.

‘Give me one word.. I need one word.. to type.. on my blog’
I asked someone.

‘Change.’
He replied.

Takes time to think,
to act,
to make
a change.

Are we ready to change?
Says the sun to the moon.

We must change.
Says the sky to the water.

Will us still in love?
If we change.

Takes time
to prove
the change.

The unknown.
Says caterpillar to butterfly.

[3minutes inspiration #lv]

Alex Komang

Jam 9 malam tadi saya menerima telpon dari Mas Jerry, sebuah berita yang bikin saya shocked.
‘Oca, kamu sudah dengar kabar kalau Alex Komang meninggal dunia?’ pertanyaan yang saat saya dengar saya gak tau mesti dijawab atau tidak. Butuh waktu untuk saya bisa mencerna kata-kata Mas Jerry. Yang pada akhirnya saya cuma bisa jawab: ‘oh my God..’

Saya kenal Mas Alex sekitar lima tahun dan perkenalan awal kami cukup unik, lewat sebuah email. Mas Alex mengapresiasi salah satu foto saya. Sejak itu kami sering ngobrol di cafe Tator di Dharmawangsa Square atau di tempat makan favoritnya Ayam Bakar Ganthari di Blok M area. Sebelum akhirnya Mas Alex bikin cafe… hmm dia gak suka istilah cafe.. ya, sebelum akhirnya Mas Alex bikin Warung Darmin di Duren Tiga yang belakangan sering jadi tempat kami ketemu dan cerita-cerita tentang banyak hal.

Mas Alex adalah sosok orang yang sangat humble walau dia seorang aktor terkenal. Dia sering cerita tentang industri film dan juga senang mendengarkan saya cerita tentang industri periklanan. Tapi di antara semua cerita yang selalu dia sampaikan dengan penuh semangat, saya selalu menangkap perasaan sedih dan cinta yang luar biasa ketika dia bercerita tentang Aisyah, anak satu-satunya.
Ada satu momen yang saya gak akan pernah lupakan.
Pernah satu saat ketika saya undang Mas Alex via short message untuk datang ke pameran foto yang dibuat oleh teman-teman idLeica saya, dia bilang gak bisa hadir karena harus menjemput Aisyah yang datang liburan ke Jakarta dari sekolahnya di Kuala Lumpur dan saya tentunya sangat mengerti dan memaklumi. Tapi ternyata Mas Alex memberikan saya surprise karena akhirnya mau menyempatkan diri datang sebentar ke pameran setelah menjemput Aisyah dari bandara. Tentu saja saya senang. Buat saya, dia adalah orang yang memegang teguh komitmen dan selalu berusaha menyenangkan hati orang lain.

‘Membuat orang lain bahagia itu adalah sebuah berkah buat kita, Ca..’ begitu katanya dulu.

Saya belajar sedikit banyak tentang kehidupan dari Mas Alex. Tentang pemberontakan masa remaja, tentang akidah dan rasa sayang, tentang siang dan malam.
Betapa dia sangat mengagumi Teguh Karya, yang katanya hanya seorang Teguh Karya yang paling bisa menegur, memberi kritik dan memarahinya untuk bisa jadi lebih baik.

Terus terang, saya merasa kehilangan.
Dua bulan lalu, setelah memohon ijin memberikan nomor teleponnya ke salah seorang teman saya yang kebetulan butuh pertolongannya, kami berjanji ketemu untuk ngopi dan ngobrol tapi ternyata Tuhan memutuskan bahwa itu adalah kontak terakhir saya dengan Mas Alex. Tidak ada lagi kopi tubruk hitam dan singkong keju atau pisang goreng hangat yang bisa kami nikmati bersama.

Istirahat yang tenang di sana, Mas Alex.

Saya tidak mengenangmu sebagai seorang aktor senior berkualitas tapi saya mengenangmu sebagai seorang laki-laki baik yang berkarakter dan berkemauan kuat, pemberi kritik yang sempurna, teman yang selalu mendengarkan, ciptaan Tuhan yang tidak pernah habis-habisnya selalu menularkan semangat rahman rahiim ke orang-orang yang disayangi.

Saya mengenangmu sebagai seorang virgo sejati.

Rest in peace, Mas Alex.

Oca amarlis

Oca amarlis

Oca amarlis

Oca amarlis

Oca Amarlis

a magical morning

Oca amarlis

Dari kecil gue paling suka pelangi.
Dulu, setiap habis hujan dan langit masih cerah, pasti gue bakal nyari tempat paling tinggi atau kalau di pas lagi di rumah gue akan langsung naik ke atas genteng sekedar buat nungguin kalau-kalau ada pelangi di langit.
Bisa sampai 15 menit gue tungguin, paling sedih kalau udah ditungguin tapi gak keluar pelanginya.
Sampai sekarang pun, masih suka ngejar pelangi.
Pernah waktu ngantor di Y&R Indonesia di Menara Jamsostek, sampai keluar dari ruang meeting gara-gara ada yang teriak di luar ruangan ‘look, ada pelangi!’ dan gue bilang sama orang-orang di meeting room gue mau ke toilet, padahal gue ke lantai 9, outdoor area, bengong di sana ngelihat pelangi. Duh, senangnya minta ampun.

Yes, i do really love rainbows and their beauty.

Pelangi buat gue bukan cuma indah, dia  bukan cuma sederet lengkungan warna-warni.
Entah kenapa, dari kecil kalau setiap habis nangis berkepanjangan atau kalau lagi sedih-sedihnya, pasti dikasih liat pelangi sama Tuhan. Hehehee.. Allah tuw baik banget. Selalu tau cara menghibur gue.
I believe that it was God telling me that I would never have to go thru that particular sadness that I remembered, faced & dealt with again in my life time.
Then I feel so special & loved.
Dengan melihat pelangi secara langsung, gue bisa merasa langsung punya energy lebih, pure positive energy, blessings. To me it’s the perfect time to be grateful for all the gifts in my life.

Pagi hari, di hari pertama di tahun yang baru ini, sekitar 8am, matahari baru mulai kelihatan dari balik awan yang sedikit kelabu karena hujan yang gak habis-habisnya sejak semalam, gue dikasih sebuah luxurious moment sama Tuhan. I saw a rainbow! Not only one rainbow, it was a double rainbow!!
I felt something extremely powerful from it, double harvest and double blessings!

Gue beranggapan bahwa itu sweet surprise dari Tuhan buat gue di awal tahun baru, karena 3 hari sebelumnya gue bikin wishlist dan seeing a rainbow after the rain is one of the item on the list.
Gue berasa pengen nangis senangis-nangisnya waktu dikasi liat double rainbow itu. What a wonderful magical moment.

That was my first spiritual story in 2015.
Hope everything good will happen in the future.
Aamiin!

And here I would like to wishing you all a Happy New Year with hope that you will have many blessings in the year to come.

[When double rainbows appear it means that whatever is coming to you has great meaning in your life and that one good thing will lead to another good thing. I really rejoice in your happiness and good fortune. The rainbows are a sign from the cosmic universe that you are about to have something great fall into your lap! – Lillian Too of Feng Shui Malaysia]

ms. vivian maier

‘my life is none of your business.. ‘

positive attitude in action

Healthy self-esteem and positive self-talk are the spiritual needs of happiness and life success.
It brings us joy. The necessary nutrient for joy is attitude.
Positive attitudes to me are like nourishment to the body, mind and soul. The right attitude can carry us through the worst days in daily life.
On the other hand, negative attitudes are absofuckinlutely poisonous to the body.
Any chance for happiness can be suffocated by negativism. Negative thinking patterns can actually lead to physical illness and emotional destitution.

Does that sound exaggerated? I don’t think so, because if you guys check on the internet or any literature, you will find that science now has the link. The keyword is endorphins.

As you know, you are in charge of your life. You are in control of your attitude.
It’s not your parents, your husband/wife, your boss, the breaks that create your attitude.
It’s you.
How you think and how you react is totally up to you.
Looking for bad things to happen can actually make them happen. People with negative attitudes generally expect such situations as losing friends, losing a job, bankruptcy, unpleasant working conditions and failure. Pessimists expect to feel bad and get sick, so they do.

So wake up happy, say alhamdulillah or thank god for how grateful you are.

Optimism is a learned attitude. Stay thinking positively early in the day.
And if the alarm sets my nerves jangling, i wake up to music. Sometimes i avoid listening to morning news, it’s invariably depressing.
Listen instead to an all-music radio station or my favorite playlist on the ipod on my way to work.

Try to make today the best day possible. That’s the joy of life.

Re-post: Do’a Maturana

Jangan paksakan kepadaku apa yang kauketahui.
Aku ingin menyelami apa yang tidak diketahui dan menjadi sumber dari penemuanku sendiri.
Biarkan yang diketahui menjadi pembebasanku, bukan penghambaanku.

Dunia kebenaranmu dapat menjadi pembatasan bagiku; kearifanmu menjadi sangkalanku.
Jangan menyuruh-nyuruh aku; mari kita berjalan bersama.
Biarkan kekayaanku dimulai di tempat kekayaanmu berakhir.

Tunjukkan kepadaku agar aku dapat berdiri di atas bahumu.
Ungkapkan dirimu agar aku dapat menjadi
sesuatu yang berbeda.

Kau percaya bahwa setiap manusia dapat mencintai dan mencipta.
Maka aku pun memahami rasa takutmu
ketika aku memintamu hidup sesuai dengan kearifanmu.

Kau tidak akan tahu siapa aku dengan hanya mendengarkan dirimu sendiri.
Tidak perlu repot menjadikanku begini atau begitu.
Kegagalanmu adalah jika aku menjadi identik denganmu.

[Monday, October 17, 2005]

Tsai Ming-liang

Di art movie, director yang memiliki pemikiran dalam, treatment unik dan asik, selain Wong Kar Wai dan Michael Winterbottom, saya juga suka Tsai Ming-liang.
Belum banyak yang tahu soal dia. Memang kedengaran asing di telinga awam yang tahunya cuma film Hollywood. Saya pun baru ‘melirik’ dan mulai ‘tergetar’ dengan Tsai setelah nonton film dia di Jiffest entah tahun berapa, judulnya ‘What Time Is It There’.
Baru tahu ternyata film-film Tsai pernah merajai berbagai ajang festival film luar negeri sekelas Cannes Film Festival.

Karya Tsai menurut saya tergolong berat walaupun terkadang banyak orang yang menganggap Tsai terlalu bermain-main dan berlebihan dalam bereksperimen. Andai saja orang-orang yang memiliki anggapan seperti itu mau membiarkan otaknya berpikir saat menonton dan memiliki kesabaran dalam mengikuti semua bahasa visual yang disuguhkan Tsai.
Beberapa teman sempat ilfil (hilang feeling) ketika scene-scene singing dan dancing mulai keluar, hahahaa that’s his style! Saya suka cara Tsai menyampaikan sesuatu via singing dan dancing, bukan sembarang menyanyi dan menari, tapi ada sesuatu yang liar dan jujur terasa.

Clip movie trailer di atas contohnya, tanpa dialog Tsai mencoba menggambarkan sesuatu yang seductive, tentang sebuah mitos melalui images, bukan tipikal storyteller yang naratif.

Seperti juga di film ‘Walker’ yang saya sukaaaaa banget, Tsai mencoba melawan anggapan semua orang bahwa commercial cinema itu harus punya cerita naratif yang berstruktur, pemain utamanya harus perform, harus banyak action dan banyak background music untuk membangun emosi. Tapi Tsai berani untuk ‘gila’ membuat film yang bertentangan dengan tuntutan dan aturan persepsi orang umum akan sebuah film komersil.
Shot-shot dengan kamera statis yang Tsai ambil selalu mengekploitasi perasaan kelam yang dialami tokoh utamanya, gerakan-gerakan para pemain yang sangat minimalis yang kadang diulang-ulang. Hmm, kalau menurut saya konsep solitaire sepertinya menjadi ide Tsai yang paling mendominasi.
Saya suka film style-nya, which is usually slow yet beautifully framed. Simple approach.

Coba deh sesekali nonton film-film Tsai, pesan saya adalah harus sabar nontonnya. Anggap aja sedang meditasi.

contemporary dance

i like its emotion

gorgeous story. lush artwork. forbidden sensation.


Reading ‘The Griffin & Sabine Trilogy’ really provides me a different kind of reading experience, i surely can lose myself in its pages over and over again, very complex and feels like jump into a mysterious world. It’s kind of epistolary novel. The story is told in strangely beautiful postcards and richly decorated letters that must actually be removed from their envelopes to be read. Magical artwork.

And how poetic the letters are. Intriguing correspondence. All the words is deliciously creepy, romantic, honest, simple statements, complex feelings, sometimes dreamy, sometimes desperate, sometimes full of hope. Beautiful pain i had when reading some of the postcards and some letters from Sabine. Why are so many coincidences happening in my life, dear God? Jan 29?

Sabine
If you are reading this, then you exist…

Strange. I liked.

Comment Ratings plugin provided by mondo-casinos.fr