Category Archives: art

ms. vivian maier

‘my life is none of your business.. ‘

Tsai Ming-liang

Di art movie, director yang memiliki pemikiran dalam, treatment unik dan asik, selain Wong Kar Wai dan Michael Winterbottom, saya juga suka Tsai Ming-liang.
Belum banyak yang tahu soal dia. Memang kedengaran asing di telinga awam yang tahunya cuma film Hollywood. Saya pun baru ‘melirik’ dan mulai ‘tergetar’ dengan Tsai setelah nonton film dia di Jiffest entah tahun berapa, judulnya ‘What Time Is It There’.
Baru tahu ternyata film-film Tsai pernah merajai berbagai ajang festival film luar negeri sekelas Cannes Film Festival.

Karya Tsai menurut saya tergolong berat walaupun terkadang banyak orang yang menganggap Tsai terlalu bermain-main dan berlebihan dalam bereksperimen. Andai saja orang-orang yang memiliki anggapan seperti itu mau membiarkan otaknya berpikir saat menonton dan memiliki kesabaran dalam mengikuti semua bahasa visual yang disuguhkan Tsai.
Beberapa teman sempat ilfil (hilang feeling) ketika scene-scene singing dan dancing mulai keluar, hahahaa that’s his style! Saya suka cara Tsai menyampaikan sesuatu via singing dan dancing, bukan sembarang menyanyi dan menari, tapi ada sesuatu yang liar dan jujur terasa.

Clip movie trailer di atas contohnya, tanpa dialog Tsai mencoba menggambarkan sesuatu yang seductive, tentang sebuah mitos melalui images, bukan tipikal storyteller yang naratif.

Seperti juga di film ‘Walker’ yang saya sukaaaaa banget, Tsai mencoba melawan anggapan semua orang bahwa commercial cinema itu harus punya cerita naratif yang berstruktur, pemain utamanya harus perform, harus banyak action dan banyak background music untuk membangun emosi. Tapi Tsai berani untuk ‘gila’ membuat film yang bertentangan dengan tuntutan dan aturan persepsi orang umum akan sebuah film komersil.
Shot-shot dengan kamera statis yang Tsai ambil selalu mengekploitasi perasaan kelam yang dialami tokoh utamanya, gerakan-gerakan para pemain yang sangat minimalis yang kadang diulang-ulang. Hmm, kalau menurut saya konsep solitaire sepertinya menjadi ide Tsai yang paling mendominasi.
Saya suka film style-nya, which is usually slow yet beautifully framed. Simple approach.

Coba deh sesekali nonton film-film Tsai, pesan saya adalah harus sabar nontonnya. Anggap aja sedang meditasi.

gorgeous story. lush artwork. forbidden sensation.


Reading ‘The Griffin & Sabine Trilogy’ really provides me a different kind of reading experience, i surely can lose myself in its pages over and over again, very complex and feels like jump into a mysterious world. It’s kind of epistolary novel. The story is told in strangely beautiful postcards and richly decorated letters that must actually be removed from their envelopes to be read. Magical artwork.

And how poetic the letters are. Intriguing correspondence. All the words is deliciously creepy, romantic, honest, simple statements, complex feelings, sometimes dreamy, sometimes desperate, sometimes full of hope. Beautiful pain i had when reading some of the postcards and some letters from Sabine. Why are so many coincidences happening in my life, dear God? Jan 29?

Sabine
If you are reading this, then you exist…

Strange. I liked.

hmm..

there are some more illustrations that ulan tsabita made for sapotofu vocaworks, those two above are just a sample.
i love the first video because ulan said that she was inspired to draw the main object by me with our new cat, bree charlotte, ha3 how cute!

#lanabit

Comment Ratings plugin provided by mondo-casinos.fr