Category Archives: curhat

Alex Komang

Jam 9 malam tadi saya menerima telpon dari Mas Jerry, sebuah berita yang bikin saya shocked.
‘Oca, kamu sudah dengar kabar kalau Alex Komang meninggal dunia?’ pertanyaan yang saat saya dengar saya gak tau mesti dijawab atau tidak. Butuh waktu untuk saya bisa mencerna kata-kata Mas Jerry. Yang pada akhirnya saya cuma bisa jawab: ‘oh my God..’

Saya kenal Mas Alex sekitar lima tahun dan perkenalan awal kami cukup unik, lewat sebuah email. Mas Alex mengapresiasi salah satu foto saya. Sejak itu kami sering ngobrol di cafe Tator di Dharmawangsa Square atau di tempat makan favoritnya Ayam Bakar Ganthari di Blok M area. Sebelum akhirnya Mas Alex bikin cafe… hmm dia gak suka istilah cafe.. ya, sebelum akhirnya Mas Alex bikin Warung Darmin di Duren Tiga yang belakangan sering jadi tempat kami ketemu dan cerita-cerita tentang banyak hal.

Mas Alex adalah sosok orang yang sangat humble walau dia seorang aktor terkenal. Dia sering cerita tentang industri film dan juga senang mendengarkan saya cerita tentang industri periklanan. Tapi di antara semua cerita yang selalu dia sampaikan dengan penuh semangat, saya selalu menangkap perasaan sedih dan cinta yang luar biasa ketika dia bercerita tentang Aisyah, anak satu-satunya.
Ada satu momen yang saya gak akan pernah lupakan.
Pernah satu saat ketika saya undang Mas Alex via short message untuk datang ke pameran foto yang dibuat oleh teman-teman idLeica saya, dia bilang gak bisa hadir karena harus menjemput Aisyah yang datang liburan ke Jakarta dari sekolahnya di Kuala Lumpur dan saya tentunya sangat mengerti dan memaklumi. Tapi ternyata Mas Alex memberikan saya surprise karena akhirnya mau menyempatkan diri datang sebentar ke pameran setelah menjemput Aisyah dari bandara. Tentu saja saya senang. Buat saya, dia adalah orang yang memegang teguh komitmen dan selalu berusaha menyenangkan hati orang lain.

‘Membuat orang lain bahagia itu adalah sebuah berkah buat kita, Ca..’ begitu katanya dulu.

Saya belajar sedikit banyak tentang kehidupan dari Mas Alex. Tentang pemberontakan masa remaja, tentang akidah dan rasa sayang, tentang siang dan malam.
Betapa dia sangat mengagumi Teguh Karya, yang katanya hanya seorang Teguh Karya yang paling bisa menegur, memberi kritik dan memarahinya untuk bisa jadi lebih baik.

Terus terang, saya merasa kehilangan.
Dua bulan lalu, setelah memohon ijin memberikan nomor teleponnya ke salah seorang teman saya yang kebetulan butuh pertolongannya, kami berjanji ketemu untuk ngopi dan ngobrol tapi ternyata Tuhan memutuskan bahwa itu adalah kontak terakhir saya dengan Mas Alex. Tidak ada lagi kopi tubruk hitam dan singkong keju atau pisang goreng hangat yang bisa kami nikmati bersama.

Istirahat yang tenang di sana, Mas Alex.

Saya tidak mengenangmu sebagai seorang aktor senior berkualitas tapi saya mengenangmu sebagai seorang laki-laki baik yang berkarakter dan berkemauan kuat, pemberi kritik yang sempurna, teman yang selalu mendengarkan, ciptaan Tuhan yang tidak pernah habis-habisnya selalu menularkan semangat rahman rahiim ke orang-orang yang disayangi.

Saya mengenangmu sebagai seorang virgo sejati.

Rest in peace, Mas Alex.

Oca amarlis

Oca amarlis

Oca amarlis

Oca amarlis

Oca Amarlis

a magical morning

Oca amarlis

Dari kecil gue paling suka pelangi.
Dulu, setiap habis hujan dan langit masih cerah, pasti gue bakal nyari tempat paling tinggi atau kalau di pas lagi di rumah gue akan langsung naik ke atas genteng sekedar buat nungguin kalau-kalau ada pelangi di langit.
Bisa sampai 15 menit gue tungguin, paling sedih kalau udah ditungguin tapi gak keluar pelanginya.
Sampai sekarang pun, masih suka ngejar pelangi.
Pernah waktu ngantor di Y&R Indonesia di Menara Jamsostek, sampai keluar dari ruang meeting gara-gara ada yang teriak di luar ruangan ‘look, ada pelangi!’ dan gue bilang sama orang-orang di meeting room gue mau ke toilet, padahal gue ke lantai 9, outdoor area, bengong di sana ngelihat pelangi. Duh, senangnya minta ampun.

Yes, i do really love rainbows and their beauty.

Pelangi buat gue bukan cuma indah, dia  bukan cuma sederet lengkungan warna-warni.
Entah kenapa, dari kecil kalau setiap habis nangis berkepanjangan atau kalau lagi sedih-sedihnya, pasti dikasih liat pelangi sama Tuhan. Hehehee.. Allah tuw baik banget. Selalu tau cara menghibur gue.
I believe that it was God telling me that I would never have to go thru that particular sadness that I remembered, faced & dealt with again in my life time.
Then I feel so special & loved.
Dengan melihat pelangi secara langsung, gue bisa merasa langsung punya energy lebih, pure positive energy, blessings. To me it’s the perfect time to be grateful for all the gifts in my life.

Pagi hari, di hari pertama di tahun yang baru ini, sekitar 8am, matahari baru mulai kelihatan dari balik awan yang sedikit kelabu karena hujan yang gak habis-habisnya sejak semalam, gue dikasih sebuah luxurious moment sama Tuhan. I saw a rainbow! Not only one rainbow, it was a double rainbow!!
I felt something extremely powerful from it, double harvest and double blessings!

Gue beranggapan bahwa itu sweet surprise dari Tuhan buat gue di awal tahun baru, karena 3 hari sebelumnya gue bikin wishlist dan seeing a rainbow after the rain is one of the item on the list.
Gue berasa pengen nangis senangis-nangisnya waktu dikasi liat double rainbow itu. What a wonderful magical moment.

That was my first spiritual story in 2015.
Hope everything good will happen in the future.
Aamiin!

And here I would like to wishing you all a Happy New Year with hope that you will have many blessings in the year to come.

[When double rainbows appear it means that whatever is coming to you has great meaning in your life and that one good thing will lead to another good thing. I really rejoice in your happiness and good fortune. The rainbows are a sign from the cosmic universe that you are about to have something great fall into your lap! – Lillian Too of Feng Shui Malaysia]

sepuluh menit

Someone said: ‘i never thought ten minutes could mean so much.’

Cuma sepuluh menit.
Sepuluh menit yang katanya mampu membuatnya merasa dicintai. Diperhatikan.
Di saat ia sedang dalam kondisi ‘low’ karena pekerjaan dan lainnya, saya datang tanpa perlu memberitahu lebih dulu.
Hanya untuk memberikan pelukan, menguatkan hatinya, membuatnya merasa bahwa ia tidak sendiri. Ada saya.
Dan akan selalu ada saya, apa pun yang akan terjadi.

#lv #gpgt

tiga menit empat puluh empat detik

Sementara ia hanya butuh tiga menit empat puluh empat detik untuk bisa membuat saya merasa tidak sendiri. Suara yang begitu menenangkan, membuat saya merasa jauh lebih baik daripada tiga menit empat puluh lima detik sebelumnya.

Like he said: ‘you are not the only one with tears.. i have them more often than you think my love, that empty space, that hollow ground, that silent room is an effect beyond words.. done be alone, you have me.’

Yes, we have each other.

#lv #gpgt

kenapa suka pisau?

Beberapa orang bertanya hal yang sama.
Jawaban saya adalah kenapa tidak? 😉

Oke, serious now, saya suka pisau sejak saya lulus sekolah dasar.
Sejak saya harus mulai rutin membantu ibu saya di dapur setiap Minggu pagi.
Entah kenapa, ada saat ketika saya mengamati ibu saya mengiris bawang tipis-tipis, memotong kasar daun sawi dan menguliti kentang, membuat perasaan dan pikiran saya agak galau. Antara kengerian karena khawatir jemari ibu saya ikut teriris dengan kenikmatan mendengar suara yang ditimbulkan dan melihat hasil cacahan yang bisa begitu simetris dan sama besar. Paling takjub kalau melihat ibu saya sanggup mengupas kulit mangga dengan irisan super tipis yang melingkar utuh tidak terputus.
Oh waw, artsy banget! Hahahaa…

Tapi beneran deh, itu adalah moment awal perkenalan intens saya dengan pisau. Tugas awal saya dulu adalah memotong bayam dan mengiris wortel. Susah nggak? Nggak sih, tapi jari telunjuk kiri sering kena iris.
Sejak saat itu, saya dendam sama pisau. Pokoknya saya harus bisa menguasai dia. Apa pun bentuknya. Dari pisau dapur yang kecil, sedang sampai besar yang biasa buat motong ayam utuh.

Semakin bertambah usia saya semakin besar juga minat saya terhadap pisau. Saya mulai melirik pisau lipat. Kecil, tipis, runcing dan pastinya tajam. Ada satu pisau yang sampai sekarang saya masih belajar untuk bisa memainkannya, yaitu jenis balisong atau butterfly knife.
Gila, susah banget. Sudah tersayat beberapa kali tetap saja belum bisa-bisa.
Please kalau ada yang jago mainin balisong, email saya yaaa, pengen belajar privately.

Jadi alasan awal sukanya cuma karena dendam pernah tersayat pisau? Bukan. Tapi karena saya terlanjur jatuh cinta sama kilatan mata pisau, that glowing silver sharp line. It had me at ‘let’s get hurt’. Saya jatuh cinta karena efek sensasi yang terjadi ketika saya melihat kilatan pisau, ada misteri di sana, ada dilema yang terjadi, ada ketidakpastian sekaligus kepastian, ada kewaspadaan yang luar biasa tercipta, bikin deg-deg-an sekaligus terasa aman.

Aneh? Mungkin. Beberapa orang dekat saya bilang saya perempuan aneh karena suka koleksi pisau sementara banyak perempuan lainnya lebih suka koleksi tas hermes atau sepatu louboutin. Saya sih ketawa aja, ya saya khan mampunya cuma beli pisau, bukan tas hermes, hihihiii..
Koleksi saya gak banyak, karena selain susah dapat jenis pisau lipat yang simple, tajam dan classy tetapi juga karena saya punya kebiasaan kalau jalan jauh sendirian suka bawa salah satu pisau-pisau itu yang kadang saya suka lupa meletakkannya dalam bagasi sehingga sering disita sama pihak security saat boarding di bandara.
Ada dua pisau kesayangan saya yang terselamatkan karena saya ngotot minta tolong agar pisau saya tidak ditahan di bandara, waktu saya ke Nepal saya titipkan di pilotnya dan saya ambil kembali saat mendarat. Pheeww, puas banget!

Dan buat saya, perempuan seksi itu bukanlah perempuan yang menjinjing tas hermes atau berjalan dengan memakai louboutin, tetapi adalah perempuan dengan pisau di tangannya yang dipakai untuk mengiris bawang, memotong sayuran atau daging, mengupas buah untuk bisa diberikan ke orang yang dia cintai.

#lv

once you care about a person, it’s impossible to be logical about them anymore
and if i tell you #lv how much you mean to me or how much i care about you, i’ll never get a chance to finish..

reasons why i #lv you:
1. those honest personal stories you shared
2. for all beautiful moments we had
3. your mickey mouse t-shirt that stuck on my head
4. those perfect coincidences
5. your confessions
6. those bit by bit thingy
7. when you said this: ‘my time is also your time and vice versa’
8. the way we dance
9. your eyes, your lips
10. the vibe between us
11. you play pool
12. the way you smoke
13. you are smart, a serious one, kind, sweet, fun and crazy person to be with
14. you make me smile
[ ..and more]

you just simply make me happy, dear..
i feel so blessed having your attention, having this extraordinary feeling of affection

cepat pulang, please…

 

simple questions

what do i have to lose?
life is really too short to have regrets
but life is life
am i prepared to deal with it?
every year, when i reflect on all the things that happened and what i’m doing now versus what i thought i would be doing, i always questioning
how do i normally feel?
do i feel better?
do i cry?
do i feel that i am doing something i love?
do i make people happy?
did i just hurt someone?
does it matter?
etc
when i plan my steps for a year ahead, go into it owning all my past experiences and making plans so that next year will be better than the last, full of more joy and less suffer, believing that somehow i can make this world a better place
very idealistic huh? or naive?
the answer is up to me
i have choices along my path
be prepared for the twists and turns ahead
welcoming the challenges and rejoice in what’s going on
and those turn in the road define me
i learn best from mistakes and failures and how i handle those hurdles
yeah, expecting them is not a pessimistic perspective to me
it’s accepting the inevitable and preparing myself to be ready for everything
that’s what you called in ‘wudhu’ condition
welcoming failure is not sadistic, but rather indicative of a healthy perspective that i can learn from that and it will make me and my adventure better
so i think i have to strap on my seat belt again and welcome the future
and i know for sure that it will be different than what i think
some pops up along the way
but the most important thing to me is i must understand that my day, my moment is a road that can be smooth, then bumpy
this perspective is vital for being prepared to handle the future and in addition to being able to enjoy the ride as i’m on it
so, dear me.. are you ready to take your another first step?
i am!

Q&A

Can’t sleep. Something in mind. So i browse. Everywhere, anything. Trying to find another distraction from my current sweetest distraction. Look what i got. A q&a list, from tumblr. Let’s give it a try. Seems fun. And i’m trying to be honest here. Ok, let’s start. 

  1. Tell me the truth, what made you start liking the person you like right now? my instinct
  2. What on your body is hurting or bothering you? my neck, wrong sleep position last night
  3. What was your last thought before going to bed last night? his name
  4. What are you listening to? right now? katie melua song: no fear of heights
  5. What’s something you’re not looking forward to? sad and bad news  
  6. Where do you think your best friend is right now? in my mind
  7. Have you kissed anybody in the last 5 days? yes. of course!
  8. Sex on the first date? hmm.. my dad will kill me then
  9. Kiss on the first date? could be, depends on the person
  10. Is there one person you want to be with right now? yes yes yessss!
  11. Are you seriously happy with where you are in life? maybe
  12. Is there something you would like to say to someone? yea: i miss you like hell
  13. What are three things you did today? thinking, thinking and thinking
  14. Would you rather sleep at a friend’s or have them over? can’t decide
  15. What is your favorite kind of gum? chewing gum is the best
  16. Are you friends with any of your ex boyfriends/ girlfriends? elaborate the word friends please..
  17. What is on your wrists right now? nothing, just skin, naked wrists
  18. Ever liked someone you thought you didn’t stand a chance with? yea..
  19. Does anyone have strong feelings for you? i dunno, how do i know
  20. Are you slowly drifting away from someone? depends
  21. Have you ever wasted your time on someone? yea, i had
  22. Can you do the alphabet in sign language? only to say i love you, yes
  23. How have you felt today? have beautiful feelings yet painful
  24. You receive $60 without any reason, what do you spend it on? wont spend it, will give it to other people who need it the most
  25. What is wrong with you right now? everything is wrong yet so right
  26. Is there anyone you’re really disappointed in? yea, someone.. maybe
  27. Would you rather have Starbucks or Jamba Juice right now? neither
  28. Why aren’t you in ‘love’ with your last ex anymore? why??? oh please, don’t be stupid!
  29. How late did you stay up last night and why? until 5am, thinking everything til nothing
  30. When was the last time you talked to one of your best friends? yesterday
  31. What were you doing an hour ago? escape in a digital world, was touching the keyboards, made love to the screen, like now
  32. What are you looking forward to in the next month? a new business, new accounts, bigger profits
  33. Are you wearing jeans right now? are you crazy, wearing jeans at this hour on the bed? no
  34. Are you a patient person? some closest friends said yes, but i’m not so sure
  35. Do you think you can last in a relationship for 3 months? yea, who knows?
  36. Favorite color? always black
  37. Did you have a dream last night? yea, as always
  38. Are you wearing jeans, shorts, sweatpants, or pajama pants? tanktop + shorts
  39. If someone could be cuddling you right now, who would you want it to be? hmm.. my 8ball
  40. Do you love anyone who is not related to you? tough one, can’t answer
  41. If someone liked you right now, would you want them to tell you? yea, it’s a free country
  42. Do you like meeting new people? for some reasons, yes.. sometimes
  43. Are you afraid of falling in love? a bit
  44. Ever liked someone older than you? hahahahaaa… absolutely laaa..
  45. Has anyone ever told you that you have pretty eyes? hmm
  46. Have you ever felt like you weren’t good enough? most of the time, i’m a perfectionist, that’s annoying sometimes
  47. What is your expectation right now? rainy night with him beside me
  48. Can you tell us about yourself? beautiful people do not just happen
  49. Who is the perfect person in this world? nobody’s perfect
  50. Mars or Venus? #LV 🙂
That’s it? Oh my, i still can’t sleep.

laki-laki ku

Sepenggal tulisan dari seorang laki-laki yang mungkin kalau dia hidup saat ini seperti dia hidup di masa nya, saya akan tergila-gila mencintai isi kepalanya dan rela menghabiskan waktu bermalam-malam untuk mencabik-cabik isi hatinya. Soe Hok Gie.

—-

Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekah.
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza.
Tapi, aku ingin habiskan waktuku di sisimu, sayangku.
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal, dan lucu.
Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah Mendalawangi.
Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danang.
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra.
Tapi aku ingin mati di sisimu, manisku.
Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya.
Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu.
Mari sini, sayangku.
Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku.
Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung.
Kita tak pernah menanamkan apa-apa, kita takkan pernah kehilangan apa-apa.
Nasib terbaik adalah tidak pernah dilahirkan.
Yang kedua dilahirkan tapi mati muda.
Dan yang tersial adalah berumur tua.
Berbahagialah mereka yang mati muda.
Makhluk kecil kembalilah dari tiada ke tiada.
Berbahagialah dalam ketiadaanmu.

—-

Isn’t it sexy?

pada sebuah cafe

Diawali dengan sebuah pertanyaan.
‘Ca, pernahkah kamu ngobrol tentang banyak hal berjam-jam dengan seseorang yang namanya saja baru kamu tau saat itu juga?’
Saya terdiam. Sedikit ragu mengangguk. Karena sebenarnya saya pernah ngobrol hampir tiga jam tentang apa pun dengan seseorang yang bahkan namanya belum saya ketahui sampai akhirnya kami harus berpisah, ketika akan pisah itu lah saya baru mengetahui namanya. Tapi entah kenapa walaupun tidak saling mengenal kami merasa seperti sudah teman lama waktu itu.

Terkadang memang sebuah percakapan yang menyenangkan justru sering terjadi di antara dua orang yang tidak pernah saling kenal sebelumnya. Masing-masing seolah menemukan sesuatu. Sesuatu yang menyisakan rasa nyaman. Sesuatu yang melegakan. Lega karena terlepas dari beban kisah yang kita tumpuk sendiri secara sadar yang entah kenapa seringkali enggan untuk kita ‘share’ ke orang-orang yang sudah kita kenal dengan baik. Lega karena detil-detil keluhan bisa terbuka tanpa paksaan dan tanpa khawatir akan direspon berlebihan. Kebebasan bercerita. Tidak ada batasan yang membuat beberapa topik menjadi tabu untuk dibahas. Sebuah percakapan tanpa pretensi. Dan terkadang percakapan sekualitas itu dapat melahirkan sebuah hubungan eksklusif yang akan membuat satu sama lain selalu ingin berbagi kata. Atau pun hanya berbagi diam. Tanpa sadar, saling membutuhkan.

Selalu ada awal. Dan pasti selalu ada akhir.
‘Kamu mudah percaya dengan orang yang kamu baru kenal, Ca?’
Pada dasarnya saya gak mudah percaya orang lain. Tapi ada. Ada beberapa orang baru yang bahkan hanya dengan melihat matanya dan merasakan auranya, naluri saya bisa mengatakan kalau saya sepertinya bisa mempercayai orang itu. Dan seringkali terbukti benar dalam prosesnya. Saya percaya Tuhan pasti selalu memberikan kita orang-orang pilihan yang menyumbang cerita di kehidupan kita yang akhirnya membuat kita semakin mengerti dan bersyukur kenapa kita bisa ada di dunia ini. Sesungguhnya saya tidak pernah ingin membebani diri dengan memberikan label kepada orang lain, dia dapat dipercaya atau dia tidak dapat dipercaya.
Saya cuma percaya kalau setiap orang dapat berubah. Setiap saat. Biar orang itu sendiri yang menentukan apakah dirinya bisa dipercaya atau tidak.

Minuman sudah hampir habis. Tinggal beberapa teguk saja pasti gelas itu menjadi kosong.
Seolah menjadi penanda bahwa obrolan harus segera diakhiri. Sudah waktunya menjadi hening.
Di sebelah sana kamu diam dengan mata ramah tapi kosong. Sedikit kelelahan tersirat.
‘Habiskan minumnya, setelah itu kita pulang.. ‘
Saya memilih tidak menghabiskannya dengan alasan yang sedikit sentimentil.
Biar percakapan kita yang terekam dalam sisa cairan dalam gelas bening itu tetap ada di sana. Sampai nanti waiter yang membuangnya ke basin pencuci. Sampai nanti kita bertemu lagi di sini. Sampai nanti semua pertanyaan habis terjawab. Sampai nanti kita bisa menentukan kapan akhir itu akan terjadi.
Sampai nanti.

 

Comment Ratings plugin provided by mondo-casinos.fr