Category Archives: nasionalisme

antara gaplek, tempe bongkrek, srintil, rasus dan kita

 

Hanya ada satu pilihan film yang wajib buat ditonton saat ini, yaitu Sang Penari.

Bukan, bukan karena pada dasarnya gw suka nari, tapi memang film Sang Penari mampu memaparkan bagaimana pergulatan batin karakter utamanya di tengah situasi kondisi sosial, budaya dan politik yang terjadi.

Film yang bagus. Bukan hanya bagus dari sisi sinematografi, ah yaaa.. ada Mas Yadi Sugandi yang bertanggung jawab di balik kameranya, sebuah nama besar yang gw tau ketika nyemplung pertama kali di industry periklanan dan sudah menjadi jaminan nama untuk sebuah kualitas gambar bergerak yang indah.

Film yang bagus, karena buat gw film ini sanggup memberikan gambaran akan evolusi jaman.

Sebelum menonton film ini, gw sempet baca sebuah re-tweet dari @budimandjatmiko.

“ Cinta & Revolusi, 2 tema yg paling menggairahkan, dimuat di film ini  @kemalarsjad @ocaamarlis: About to watch @SangPenari with my beloved”

Cinta dan revolusi. Benar. Walaupun gw punya sedikit opini berbeda tentang revolusi yang dimaksud beliau. Pun begitu, gw menaruh respect terhadap semua komentar atas film ini, karena pastinya setiap mata hati akan memiliki pandangan yang bisa saja tidak mirip =)

Gw tertarik melihat bagaimana manusia dalam situsi budaya yang sudah eksis lama, dengan kepercayaan mistis, norma sumpah serapah dan paradigma seksual yang sulit diterima oleh kaum tertentu, mencoba hidup dalam kemelaratan dan mencari kebahagiaan ala mereka. Ala Dukuh Paruk. Ala masyarakat pemakan gaplek dan tempe bongkrek. Gaplek dan tempe bongkrek adalah identitas paling kuat untuk menggambarkan masa yang suram saat itu.

Penggambaran Dukuh Paruk yang mengingatkan gw pada sebuah desa kecil di Sragen, bernama Pelok Krajan. Di mana juga terdapat sebuah kuburan massal hasil pembantaian dari merahisasi era.  Efek samping film ini membuat gw ingin balik lagi menengok desa Pelok, hehehe..

Dukuh Paruk yang miskin. Yang isinya kebanyakan orang-orang yang masih polos yang bisa dengan sangat mudah dipengaruhi.

Kondisi masyarakat seperti ini menjadi sasaran empuk bagi siapa saja yang ingin memanfaatkannya. Perut yang lapar memang gampang dibeli dengan imbalan uang atau pun materi. Kehidupan ekonomi yang parah bisa menjadi lahan subur bagi penyebaran pengaruh dan ajaran-ajaran yang menjanjikan perubahan.

Bagaimana Srintil yang sangat tertarik pada kegiatan menari namun salah memahami dan menempatkan antara keinginan dan keharusan.  Tradisi Ronggeng yang menghalalkan keperawanan dihargai dengan bayaran paling tinggi dari beberapa laki-laki yang mempertaruhkan materinya pada saat menjelang ritual Bukak Kelambu.

Ah ya, kalau gw gak salah ingat, di bukunya, tokoh Srintil pada saat ritual Bukak Kelambu ini masih berumur 11 tahun. Prostitusi yang sama tuanya dengan dunia ini yang sudah harus dijalani anak sehijau itu. Dan esensi semacam ini terus mengalami evolusi di setiap waktu.

Bagaimana Rasus yang mencintai Srintil tanpa terbantahkan jaman. Tanpa mempersoalkan apa saja yang sudah dilakukan Srintil. Rasus yang tetap mencintai Srintil. Rasus yang sangat memegang komitmennya, untuk selalu membela dan menaruh hormat pada Srintil. Cinta. Cinta yang sama terhadap negeri. Negeri yang juga harus dibela. Tanpa berjuta teori tentang nasionalisme. Dengan cintanya, Rasus sanggup melawan musuh-musuhnya. Kebudayaan yang tidak masuk di akal dan yang diperangi sejak jaman nabi. Dan musuh ideology negara.

Bermodal cinta dan komitmen, Rasus menjadi manusia yang paling nyata mengalami proses revolusi dalam dirinya sendiri.  Melalui sebuah keputusan penting, Rasus mampu mengubah hidupnya.

Seorang laki-laki yang sangat tidak dipandang sebelah mata awalnya, dengan cinta, komitmen dan kerja kerasnya Rasus sanggup melewati banyak tantangan dan menjadi orang yang tidak kalah termakan budaya masa lalu karena ia memiliki sikap dan tahu benar bagaimana menempatkan sesuatu pada tempatnya.

Lagi-lagi, kita memang bisa mendapatkan kekuatan lain dari sebuah film, ia bisa menjadi medium kritik bagi diri kita tanpa perlu menghadirkan abstraksi canggih, ataupun referensi kitab suci untuk kita bisa menerimanya tanpa rejection.

Sang Penari, film yang akan melompatkan pikiran kita ke dimensi masa lalu dengan keluasan rasa dan nalar, teori tentang visi – misi dan paradigma bermasyarakat serta bernegara.

Seperti gw bilang tadi, hanya ada satu pilihan film yang wajib buat ditonton saat ini. Sang Penari.

 

Comment Ratings plugin provided by mondo-casinos.fr