Category Archives: Uncategorized

i can see your poetry

Your poetry is lonely. And yet, you write to feel less alone.

a very touchy love present for my birthday

(ps: i love the love you give me. sometimes we don’t quite understand each other and our love may not be perfect or shows through the way we want it to but that’s just a part of being human. at the end of the day i’d still choose it over any perfection the world is able to offer. everyday is a day to celebrate you, but today is especially important to remind you; i appreciate you very much. happy birthday mum 🙂 )

song: she – elvis costello cover by my beautiful daughter, ulan.

She
may be the face I can’t forget
the trace of pleasure or regret
may be my treasure or the price
I have to pay
She
may be the song that summer sings
may be the chill that autumn brings
may be a hundred different things
within the measure of a day
She
may be the reason I survive
the why and wherefore I’m alive
the one I’ll care for through the rough and (s)ready years
Me
i’ll take her laughter and her tears
and make them all my souvenirs
for where she goes I’ve got to be
the meaning of my life is
She.

‘thank you, ulan sayangnya ibu.. such an angelic voice, please sing often..’

yes, i can make it through the rain

suara

 

Iwan Fals pernah bilang kalau setiap satu suara merupakan satu harapan.
Harapan akan sesuatu yang lebih baik.
Dan tentunya sebagai orang dewasa yang sudah melewati banyak hal kita juga sangat mengerti jika harapan bisa saja berbuah menjadi kekecewaan.

Pernah ada teman yang bilang, kalau gak mau kecewa ya jangan berharap banyak. Saya highlight: jangan berharap banyak. Kalau berharap sedikit, boleh? Ya tentunya boleh, siapa juga yang akan ngelarang.
Berharap, sedikit atau banyak, tetap memiliki resiko akan kecewa. Tapi juga bisa melahirkan kebahagiaan jika apa yang diharapkan menjadi kenyataan.

Bukan hidup namanya kalau tidak memiliki harapan. Setiap manusia yang hati dan jiwa nya ‘kaya’ pasti memiliki banyak harapan dalam hidup ini dan belajar bagaimana mengatasi kekecewaan yang dialami ketika pengharapan tidak memberikan hasil apa-apa.

Saya dan tentunya setiap dari kalian juga memiliki harapan akan kehidupan bangsa yang lebih baik dari kemarin, dari hari ini. Keamanan di setiap wilayah dari ujung sana sampai ujung situ, kerukunan dan kekompakan warga yang begitu variatif habit dan believenya, pendidikan dan pelayanan kesehatan umum gratis serta lapangan pekerjaan yang harusnya terbuka luas, kehidupan yang sejahtera, dan seterusnya dan seterusnya.

Memang tidak sedikit juga yang sudah apatis memberikan suaranya untuk memilih kepada siapa-siapa saja harapan itu dititipkan. Lebih baik tidak memilih karena tidak ada yang pantas dipercaya. Lebih baik tidak memilih daripada nanti buntut-buntutnya kecewa karena salah pilih. Lebih baik tidak memilih, karena percuma.

Tidak percuma untuk memiliki harapan, walau sedikit saja. Tidak ada salahnya berharap dan memberi kesempatan pada beberapa orang-orang baik yang memang memiliki kemampuan dan kemauan lebih dari kita untuk berjuang berpartisipasi membawa perubahan yang baik.

Atau kalau memang masih ada di antara kita yang tetap keukeuh tidak menggunakan hak untuk memberikan suaranya, saya sih tetap respect.. tapi saran saya adalah kalian yang sengaja memilih golput karena merasa diri lebih mumpuni daripada calon-calon yang profile picturenya berbaris di lembar kertas pemilu mungkin ada baiknya di periode lima tahun ke depan kalian saja yang mencalonkan diri, do action… karena kan sudah talk less =)

Dan buat calon-calon yang terpilih, selamat bertugas. Banyak-banyak dengerin lagunya Iwan Fals yang judulnya Wakil Rakyat.

‘Saudara dipilih bukan dilotre
Meski kami tak kenal siapa saudara
Kami tak sudi memilih para juara
Juara diam juara he’eh
Juara ha ha ha’

The point is, untuk memperjuangkan sesuatu yang baik bicaralah yang lantang.. jangan hanya diam.

 

 

#pemilu2014 #IndonesiaElection2014 #anakahensigagolput #guenyoblos #SayaSudahMemilih

virtual tattoo – seven years ago

Aaaw.
Aku menangis dalam hati.
Bukan..
bukan karena ujung logam kecil runcing yang menari di atas kulit dan meludahinya dengan liur biru dan merah.
Bukan juga karena pedih yang melelahkan setelahnya.
Tapi kebisuan ini
begitu senyap bermakna.
Kulitmu yang mau tak mau menyentuh kulitku
meninggalkan sayatan berbentuk lukisan.
Dua daun surga dengan sebilah belati di antaranya.
Matamu yang dari awal hingga akhir tak lepas menghayati goresan itu.
Goresan berdarah.
Darahku.
‘Jangan kamu lihat aku seperti itu’ katamu.
Heh? bahkan matamu saja tak pernah sedikit pun menatapku.
Bagaimana kamu bisa tau..?
Oh ya, aku lupa kalau kamu lucifer.
‘Melukismu adalah obsesiku sejak lama, tapi bukan keinginanku’ lanjutmu.
Aku diam.
Meringis.
‘Bicara Ca’.
Aku tetap diam, menunggumu melihat mataku.
Tapi tak pernah sekali pun.
‘Darahmu masih keluar sedikit, tak apa.. cuma sebentar’.
‘Setelah kering kamu bisa pergi dari sini’.
Bagaimana bisa? hatiku tak pernah mengering.
Diambilnya cardiganku dari atas kursi itu.
Kupakai dalam diam.
‘Aku masih lucifer Ca, baiknya kita jangan ketemu’.
Aku mengangguk.
Dalam diam aku pergi.
Darah di bahu belakang sudah sedikit mengerak.
Tapi hatiku tidak.
Aku diam karena kamu lucifer.
Dan aku masih original sinner.
Memang baiknya kita tidak ketemu.
Lagi.

:got my old dream last night, just when about someone was telling me that he had a weird dream #lv

 

saturday

i want to watch your life
not only in saturday

i want to put us
in a trance
screaming loud

i want to kiss
as deep as our soul can still whisper

i want to enter
stay
forever connected

salted wet
i want

#lv

please forgive..

.. and do we truly forgive another? or is it  just because tomorrow’s special day forces us to forgive? dear friends, please forgive because your heart asks you to do so

mohon maaf lahir dan batin, happy eid mubarak everyone!

#sekatakata

adalah sekumpulan kecil kata-kata tanpa sekat yang tersebar secara random di social media yang nantinya akan dikumpulkan menjadi tulisan untuk sebuah buku yang kalau jadi hasil penjualannya akan diperuntukkan bagi orang-orang yang membutuhkan biaya penyembuhan karena sakit hati dalam urusan percintaan =D

pertemuan yang seharusnya

Pertemuan pertama – 29 Agustus 2012.

Satu lingkaran tahun terjalani, bertemu lagi dengan pretty little things yang selalu menjadi rutinitas di tanggal ini. Best wishes, flowers, gifts, kisses, hugs, candles, cakes. Sengaja tak tercatat. Sengaja tak kutemui kau. Sengaja idle walaupun ada. Pertemuan itu khusus hanya untukku. Tidak ingin kubagi.

Pertemuan kedua – 18 September 2012.

Satu lingkaran tahun terjalani, bertemu lagi dengan pretty little things yang selalu menjadi rutinitas di tanggal ini. Do’a, gift, kisses, hugs, dance, dinner, marriage plan review. Sengaja tak tercatat. Sengaja tak kutemui kau. Sengaja idle walaupun ada. Pertemuan itu khusus hanya untukku. Tidak ingin kubagi.

Saat ini kita bertemu, kembali, one on one, face to face, skin to skin. 

 

*a little conversation between oca amarlis and ocaamarlis.com

in smile we trust

 

Belakangan banyak hal-hal lucu berteriak di lini masa. Komodo yang mendadak jadi movie star. Gorong-gorong yang bikin gara-gara. Peluncuran album lagu yang ternyata udah edisi 4. Papua issue, yang only God knows how long bisa selesai. OUCH!!!

I dare to use the word ‘lucu’ there, because it makes me smile. Cuma senyum, hal yang paling pertama yang bisa gw sumbangin untuk negara tercinta ini. Gue warga negara Indonesia tulen, sering merasakan satu kejanggalan hidup bernegara nyaris setiap hari, dan semakin lama semakin akut.

Senyum, padahal sebenarnya menangis. Manis, padahal sebenarnya pahit. Kasihan sebagian besar bangsa ini. Rakyat mencaci maki hal yang secara esensi begitu-begitu saja dari dulu. Kasihan sebagian besar pelaku pemerintahan, selalu terjebak melakukan hal-hal yang bukan demi kemakmuran bangsa tapi kesejahteraan golongannya sendiri. Apa yang salah? Mana yang benar? Apa masih ada kebenaran?

Fatigue.

Kita semua pun menjadi imun. Karena hal yang sama terulang terus menerus dan kini seolah menjadi sesuatu yang biasa. Biasa kok.. Biasanya emang gini.. Biasa laaaah, kayak gak tau aja.. Biasa aja dooong.. Biasa. Terbiasa. Sehingga banyak hal terpulang maklum pada diri sendiri. Bahkan mungkin ibu pertiwi pun ikut memaklumi.

Harap maklum, mohon maaf yaaa… gue cuma bisa tersenyum. Miris. Terhadap bangsa ini. Terhadap diri gue.

 

 

Comment Ratings plugin provided by mondo-casinos.fr